Cara Ampuh Ternak Burung Lovebird Lengkap

Siapa yang tak kenal lovebird? Burung cantik dan indah yang satu ini banyak diminati pecinta hewan, khususnya pecinta burung. Karena warna bulunya yang sangat indah, tak heran harga jual burung lovebird begitu mahal mulai dari ratusan ribu sampai jutaan, sehingga banyak yang ingin beternak lovebird dan ingin mengetahui lebih jauh cara ternak lovebird yang baik. Tubuh burung ini pun berukuran sangat kecil dan mungil yang membuat siapa saja yang melihatnya menjadi gemas dan tertarik ingin memeliharanya.

Burung Lovebird atau burung cinta merupakan satu dari sembilan genus Agapornis. Burung ini berukuran berkisar antara 13-17 cm, beratnya 40 sampai 60 gram. Delapan dari sembilan spesies burung Lovebird berasal dari negara Afrika dan lovebird jenis kepala abu-abu dari Madagascar. Mengapa dinamakan lovebird?karena sepasang burung ini akan duduk saling berdekatan satu sama lain dan saling menyayangi. Burung lovebird hidup bermonogami, artinya hanya mempunyai satu pasangan saja dan memiliki sifat sosial. Ada jenis-jenis spesies burung lovebird, diantaranya :
  • Fischer’s Lovebird (Agapornis Fischeri). Ukurannya 14 Cm, sebagian dari tubuhnya berwarna hijau, bagian kepala dan tubuh bagian atas berwarna oranye, paruh berwarna merah, bagian pantat berwarna biru dan matanya berkacamata putih. Daerah : Danau Victoria bagian selatan.
  • Black Masked Lovebird. Burung ini berukuran 14 Cm, sebagian dari tubuhnya juga berwarna hijau, kepalanya seperti menggunakan topeng berwarna hitam, berkacamata putih, paruh berwarna merah dan bagian dada, bulunya berwarna kuning. Daerah : Kenya, Tanzania dan Burundi.
  • Black Cheeked Lovebird (Agapornis nigrigenis). Berukuran 14 Cm, warna tubuh didominasi hijau, warna cokelat di bagian leher dan bagian kepala belakang, bagian depan kepala berwarna cokelat kemerahan, bulu dada berwarna oranye, berkacamata putih dan paruh berwarna merah. Daerah : Zambia.
  • Lilian’s Lovebird (Agapornis lilianae). Berukuran tubuh lebih kecil 1 cm dari spesies lainnya, yaitu 13 cm. Warna pada sebagian tubuhnya berwarna hijau termasuk pada bagian punggung dan bagian pantat, bagian kepala berwarna oranye, paruhnya berwarna merah dengan berkcamata putih. Asal : Malawi
  • Peach faced lovebird. Tubuhnya berukuran 15 cm dan berwarna hijau, bagian muka berwarna merah muda, punggung bagian bawah dan bagian pantat biru dan paruh burung warnanya gading, asal : Angola, Afrika Selatan.
  • Black winged lovebird (Agapornis Taranta). Berukuran tubuh yang lebih besar, yaitu 16,5 Cm. Sebagian tubuhnya berwarna hijau, beberapa helai bulu sayap berwarna hitam dan paruh berwarna merah. Burung jantan memiliki bulu berwarna merah di bagian atas dan depan kepala, sedangkan yang betina seluruh tubuhnya berwarna hijau, asal : Ethiopia Selatan.
  • Red faced lovebird. Tubuh berukuran 15 cm dan sebagian berwarna hijau, berwarna merah di bagian atas leher dan bagian kepala. Burung jenis kelamin jantan memiliki warna merah yang lebih banyak dan warnanya yang lebih gelap di bagian kepala dan muka. Selain itu, burung jantan memiliki paruh lebih gelap daripada burung betinanya, asal : Afrika Tengah.
  • Grey headed lovebird (Agapornis Canus). Panjang tubuh 13 cm, warna tubuh besar sebagian warna hijau, warna hijau gelap pada punggung, paruh berwarna kelabu muda. Pada burung jantan, memiliki warna abu-abu pada bagian tubuh atas, bagian leher dan bagian kepala, asal : Madagaskar
  • Black collared lovebird or swindern’s lovebird (Agapornis swindernianus). Panjang tubuhnya 13,5 Cm dengan besar sebagian di dominasi warna hijau, leher berwarna cokelat dengan corak hitam di leher bagian belakang dan paruhnya yang berwarna abu-abu tua dan berwarna hitam, asal : Khatulistiwa Afrika.
Cara Merawat Lovebird Sehari-hari
Cara merawat lovebird sehari-hari tidaklah sulit untuk dilakukan, yaitu dengan pemberian pakan setiap harinya, kandang burung juga harus dibersihkan agar terhindar dari penyakit dan jangan lupa menyemprotkan desinfektan agat terhindar dari bakteri, diberikan sayur-sayuran berupa tauge, kangkung dan jagung, pemberian buah-buahan juga sangat penting dan apabila diberi buah apel, apelnya harus dikupas terlebih dahulu dan bijinya di buang, serta yang terakhir adalah pemberian suplemen pada burung seperti vitamin agar senantiasa sehat dan lincah.  

Cara Ternak Lovebird

Daya jual lovebird yang begitu tinggi dan perawatan yang begitu mudah, banyak pecinta burung yang ingin beternak lovebird. Berikut cara ternak lovebird yang baik :

1.   Persiapan sangkar burung

Untuk sangkar lovebird, siapkan kawat ram berukuran 50x50x50 cm (untuk sepasang lovebird), tempat bertelur seperti kotak kayu berukuran 25x20x25 cm dan juga siapkan tempat bertengger.

Ternak Loveberd rame rame biasanya para peternak lovebird yang sudah berprngalaman lebih memilih cara ini di karenakan selain menghemat tempat cara ini juga di nilai lebih efektif jika di bandingkan dengan menaruh 1 pasang lovebird dalam satu sangkar.
source : worth-roads.blogspot.com
Ternak Lovebird dengan meletakkan 1 pasang burung lovebird dalam satu kandang


2.   Pemilihan bibit.

Ada banyak spesies lovebird di berbagai dunia, akan tetapi lovebird yang umumnya di tangkar adalah lovebird jenis peach faced lovebird, fischer’s lovebird dan black masked lovebird. Jenis kelamin lovebird pun susah untuk dibedakan karena antara burung jantan dan betina memiliki bentuk yang sama. Cara membedakan lovebird jantan dan betina adalah dengan menaruh dua ekor lovebird di dalam kandang, lalu di kawinkan. Apabila dalam dua minggu tidak ada yang bertelur, maka kedua lovebird tersebut adalah jantan dan jika dalam dua minggu terdapat lebih dari 6 butir telur, maka kedua lovebird tersebut betina. Kita memang tidak bisa menggunakan cara seperti ini bila ingin membedakannya. Adapun cara yang banyak digunakan di Indonesia adalah dengan meraba tulang. Apabila jarak kedua tulang supit renggang dan lembek atau lentur, maka lovebird berjenis kelamin betina dan jika jarak kedua tulang supit terasa sempit dan keras, maka lovebird tersebut berjenis kelamin jantan. 

Cara ini memang tidak 100% benar dan akurat. Yang lebih akurat lagi adalah dengan memeriksakannya di laboratorium dengan membawa sampel darah dari kedua lovebird. Seorang penangkar lovebird di Belanda membedakan jenis kelamin lovebird dengan mengamati perilaku. Lovebird betina lebih sering menggigit langsung objek di dalam kandang, sedangkan lovebird jantan tidak langsung menggigit. Saat bertengger, jarak kedua kaki pada betina lebih longgar atau selebar bahu dan pada jantan justru sebaliknya. Bulu ekor lovebird jantan terlihat lebih runcing di bagian ujung dan pada betina terlihat lebih mengembang, sehingga lebih rata di bagian ujung ekor. Lovebird betina lebih sering menerima makanan, sedangkan lovebird jantan lebih sering memberi makanan pada pasangannya. Pada saat kawin, lovebird betina lebih sering membuka sayap daripada lovebird jantan.

3.   Usia Produktif Lovebird

Usia yang cocok untuk melakukan perkawinan pada lovebird adalah usia 1 tahun karena usia tersebut merupakan usia produktif dan benar-benar matang dan siap untuk melakukan perkawinan.

4.   Proses Penjodohan

Lovebird bersifat monogami, ia hanya akan kawin dengan satu pasangan saja. Untuk penjodohan, yang paling umum dilakukan adalah dengan mendekatkan kedua sangkar berisi lovebird jantan dan betina secara terpisah, lalu amati perilakunya. Apabila keduanya terus saling mendekat, artinya keduanya berjodoh dan dapat dikawinkan. Proses ini memakan waktu 3-7 hari, jika sedang birahi maka bisa lebih cepat prosesnya. Cara lain adalah mengumpulkan beberapa lovebird dalam satu kandang dengan jumlah betina dan jantannya harus sama banyak, nanti akan terlihat lovebird yang telah berjodoh dan melakukan perkawinan, lalu pindahkan ke kandang penangkaran. Masa birahi dapat dilakukan dengan mengamati perilaku tertentu, misalnya lovebird jantan melakukan masturbasi dengan mengawini benda-benda disekitarnya, sering berkicau, membuka sayapnya dan ekor bergerak naik turun.

5.   Pengeraman Telur

Sediakan kotak sarang di dalam kandang dengan diberi alas berupa dedaunan kering, ranting-ranting kecil atau serabut kelapa dan harus yang bersifat kering, hindari bahan-bahan sintetis karena dapat termakan oleh lovebird dan menjadi racun. Lovebird akan bertelur sebanyak 4-6 butir telur dan baru akan mengeram setelah keluarnya telur ketiga. Induk lovebird akan sesekali keluar kotak sarang untuk makan, minum maupun merentangkan sayapnya.

6.   Penetasan Telur

Masa pengeraman telur adalah 21-23 hari dan setelah itu, telur-telur akan menetas dengan waktu penetasan kurang lebih 24 jam. Hal ini umum terjadi pada lovebird karena anak burung lovebird butuh penyesuaian lingkungan dan sebaiknya peternak lovebird tidak perlu khawatir dan tidak ikut campur dalam penetasan telur lovebird. Memang ada sebagian telur lovebird yang tidak menetas, hal ini dikarenakan usia kawin lovebird yang begitu muda, yaitu 8 bulan, lingkungan yang tidak sehat dan nutrisi yang tidak tercukupi. Faktor lain adalah karena telur tidak dierami oleh induknya karena telur tergelincir keluar dari kotak sarang.

7.   Pemberian Makan Anak Lovebird

Dalam meningkatkan produktifitas indukan lovebird, dilakukan dengan mengambil anak lovebird yang berusia 10-14 hari. Hal ini juga dilakukan agar anak lovebird menjadi lebih jinak dan mudah untuk di latih.  Anak lovebird diletakkan di dalam kotak yang diberi alas berupa handuk dan lampu berdaya 5 watt agar tetap hangat. Kemudian berikan bubur bayi instant yang sebelumnya dicampur dengan air hangat dengan menggunakan spet. Awalnya, campuran bubur diberikan dengan tingkat kekentalan yang rendah, lalu semakin bertambahnya usia anak lovebird, tingkat kekentalan bubur juga semakin bertambah. Pemberian makanan dilakukan setiap 4 jam sekali setiap hari secara teratur.
Itulah beberapa cara ternak lovebird yang bisa dikatakan cukup mudah untuk coba di praktekkan. Dengan perawatan secara teratur dan cara ternak lovebird yang mengikuti aturan, dapat menghasilkan lovebird yang berkualitas. Semoga informasi ini bermanfaat dan menjadi referensi bagi peternak lovebird tingkat pemula.